Rabu, 25 Mei 2011

SIRAH NABAWIYAH



PEMBOIKOTAN SECARA MENYELURUH
PADA MASA RASUL
Ringkasan bab II buku Sirah Nabawiyah
Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury

Selama empat pekan, tepatnya selama jangka waktu yang relatif singkat, ada empat kejadian besar di mata orang-orang musyrik yaitu Hamzah masuk Islam,disusul Umar,Muhammad Saw menolak tawaran mereka dan kesepakatan bersama yang dijalin Bani Al-Muthalib dan Bani Hasyim.Orang-orang musyrik berkumpul di perlampungan Kinanah untuk membuat kesepakatan bersama menghadapi Bani Hasyim dan Bani Al-Mutholib.Isinya larangan menikahi,berjual beli,berteman, berkumpul, memasuki rumah, berbicara dengan mereka, kecuali mereka dengan suka rela menyerahkan Muhammad Saw untuk di bunuh.
Ibnul Qayyim berkata,”Ada yang berpendapat,piagam itu ditulis Manshur bin Ikrimah bin Amir bin Hasyim. Ada pula yang berpendapat dia adalah Nadr banal-Harits.Yang benar dia adalah Baghidh bin Amr bin Hasyim.Rasulullah berdo’a untuk kemalagnannya,hingga tangannya menjadi lumpuh.Piagam selesai dibuat,kemudian diletakkan di tembok bagian dalam Ka’bah. Kaum mukmin dan kafir dari  kedua kaum tersebut bergabung kecuali Abu Lahab.Mereka mulai diisolir di Syi’ib Abu Thalib pada awal Muharram tahu ke tujuh dari nubuwah.
Pemboikotan itu benar-benar ketat,cadagan dan bahan makanan habis.Kaum musyrik tidak membiarkan makanan masuk ke Mekah,mereka hanya bias makan dedaunan dan kulit hewan.Pada bulan-bulan suci saja makanan bisa masuk makanan yang dijual kafilah dari luar,ketika jatuh pada penduduk Mekah harganya melambung tinggi.Abu Thalib selalu khawatir pada malam hari ketika Rasulullah tidur,ia khawatir beliau ditikam tiba-tiba.
Genap tiga tahun keadaan berjalan,pada bulan Muharram tahun kesepuluh dari nubuwah[1],papan telah terkoyak dan isinya terhapus.Kaum Quraisy terbagi dua ada yang setuju dan ada juga yang tidak setuju,yang  setuju adalah Hisyam bin Amr dari bani Amir bin Lu’ay berkata pada Zuhair wahai Zuhair,engakau enak-enakan menikmati makanan dan minuman,sementara engkau juga tahu apa yang menimpa paman-pamanmu.Kemudian bergabung pula Zuhair,Al-Muth’im bin Adi dan Abul Bakhtari mereka sepakat untuk membatalkan piagam.Mereka mempublikasikan kepada masyarakat unuk merobek piagam tersebut,Abu Jahal yang berada di pojok masjid berkata”Engakau pendusta.Demi AAllah piagam itu tidak boleh dirobek.”
“Engkau jauh lebih pendusta,”kata Zam bin Al-Aswad,”sebenarnya dulupun kami tidak rela saat piagam itu ditulis.”Zam’ah berkata  dahulu kami tidak rela terhadap penulisan piagam itu dan kami juga tidak menetapkannya.Dibenarkan oleh Abul Bukhtari,disusul Al-Mith’im.Saat itu Abu Thalib hanya duduk di pojok masjid.Dia merasa perlu menemui mereka karena Allah telah mengisyaratkan kepada Rasul-Nya masalah piagam ini dan juga mengirimkan rayap untuk memakan papan piagam itu.Beliau menemui orang Quraisy dengan mengatakan bahwa anak saudaranya telah mengatakan begini dan begitu.”Jika dia bohong,kita biarkana apa yang ada di antara kalaian dan dia.Namun jika benara maka,kalian harus berhenti memboikot dan berbuat semena-mena terhadap kami,”kata Abu Thalib.”Eangkau adil kata mereka.Perkataa Abu Thalib didengar orang-orang dan Abu Jahal.Lalu Muth’im bangkit dan mengahampiri piagam dan siap untuk merobeknya.Dia melihat rayap-rayap memakan isinya,kecuali penggalan kata tulisan”Bismika Allahumma” dan setiap kata yang ada kata”Allah”,juga tidak termakan rayap.
Akhirnya papan piagam itu benar-benar tidaak robek dan dibatalkan Raulullah Saw dan pengikutnya keluar dari perkampungan.Kaum musyrik melihat tanda nubuwah,tetapi mereka seperti yang diberitahukan Allah,

2. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus".


[1] Buktinya,karena Abu Thalib meninggal enam bulan setelah pembatalan piagam,tepatnya pada bulan Rajab.Kalaupun ada yang berpendapat bahwa dia meninggal dunia pada bulan Ramadhan,berarti meninggalnya itu selang delapan bulan setelah pembatalan piagam

ANGKET

Contoh Angket


ANGKET PENELITIAN



A. PETUNJUK
  1. Bacalah pertanyaan dibawah ini dengan teliti
  2. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar sesuai dengan hati nurani (apa adanya) dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu jawaban a, b, atau c yang terdapat pada angket ini.
  3. Setiap jawaban yang anda berikan merupakan bantuan yang sangat berarti bagi penelitian ini. Untuk itu saya ucapkan terima kasih.

B. IDENTITAS
  1. Nama                           :
  2. Jenis  Kelamin              :
  3. Tempat Tanggal Lahir :
  4. Alamat                         :

C. METODE CERAMAH 
Metode ceramah yang efektif menurut Melvin Silberman
1.      Siswa memperhatikan pada saat pelajaran dimulai dengan cerita?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

2.      Apabila pelajaran di mulai dengan menampilkan gambar ka’bah, siswa akan antusias untuk mendengarkan penjelasan anda selanjutnya?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

3.      Pada saat guru menyampaikan materi banyak siswa mencoret-coret buku tanpa arti?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

4.      Banyak siswa yang sering permisi keluar pada saat guru menyampaikan materi?
a. Tidak                                   b. Kadang-kadang                  c. Ya

5.      Tidak ada siswa yang makan permen pada saat guru menyampaikan materi?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

6.      Apabila guru mengajukan suatu masalah, siswa merespon dengan baik masalah yang diajukan?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

7.      Pada awal pelajaran guru memberikan outline, banyak siswa mencatat outline yang  disampaikan?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

8.      Banyak siswa yang mengerti apabila diberikan analogi dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam?
a. Tidak                                   b. Kadang-kadang                  c. Ya

9.      Banyak siswa yang tidak dapat mengingat contoh perbuatan terpuji apabila di tulis pada papan tulis?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

10.  Siswa mengerti apabila materi wudhu disampaikan dengan bantuan laptop?
a. Tidak                                   b. Kadang-kadang                  c. Ya

11.  Siswa sulit menghapal gerakan sholat apabila hanya melihat poster gerakan sholat?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

12.  Jika guru mengajarkan tata cara wudhu dengan tape recorder, siswa cepat mengingatnya ?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

13.  Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan benar apabila melihat catatan mereka?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

14.  Siswa dapat memberikan contoh gerakan wudhu tanpa melihat catatan?
a. Tidak                                   b. Kadang-kadang                  c. Ya

15.  Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dikarenakan tidak memperhatikan materi pelajaran?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

16.  Banyak siswa yang tidur selama materi berlangsung?
a. Tidak                                   b. Kadang-kadang                  c. Ya

17.  Banyak siswa yang mengganggu teman disampingnya?
a. Ya                                        b. Kadang-kadang                  c. Tidak

18.  Siswa tidak dapat mengaitkan antara materi dengan fenomena yang terjadi dimasyarakat?

TEORI PEMBELAJARAN

Teori-teori belajar


Di bawah ini akan dijelaskan beberapa teori belajar.
1.         Aliran Behavioristik (Tingkah Laku)
Menurut aliran ini belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respons. Atau dengan kata lain belajar merupakan perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil I nteraksi antara stimulus dan respons Para ahli yang banyak berkarya dalam aliran ini adalah sebagai berikut:
1)         Thorndike
Menurut Thorndike (1911) salah seorang pendiri aliran tingkah laku, belajar adalah proses interaksi antara stimulus(yang mungkin berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respons(yang juga bisa berupa pikiran, perasaan, atau gerakan), atau yang  nonkonkret(tidak bisa diamati). Tohrndike tidak menjelaskan bagaimana cara mengukur berbagai tingkah laku yang nonkonkret, tetapi teorinya banyak memberikan inspirasi kepada pakar lain.
Prosedur eksperimentalnya adalah membuat agar setiap hewan lepas dari kurungannya sampai ke tempat makanan. Apabila hewan terkurung, maka hewan itu sering melakukan bermacam-macam kelakuan, seperti menggigit, menggosokkan badannya ke sisi-sisi kotak, dan cepat atau lambat hewan itu tersandung pada palang sehingga kotak terbuka dan hewan tersebut akan lepas.
2)         Watson
Watson (1963) mengabaikan berbagai perubahan mentalyang mungkin terjadi dalam belajar dan menggangapnya sebagai factor yang tidak perlu diketahui. Bukan berarti semua perubahan mental yang terjadi dalam benak siswa tidak penting, semua itu penting. Tetapi, factor-faktor tersebut tidak bisa menjelaskan apakah proses belajar sudah terjadi hanya dengan asumsi demikianlah menurut Watson, dapat diramalkan perubahan apa yang akan terjadi pada siswa.
Berdasarkan uraian di atas penganut aliran tingkah laku lebih suka memilih untuk tidak memikirkan hal-hal yang tidak bisa di ukur, meskipun mereka tetap mengakui semua hal itu penting.

3)         Clark Hull
Clark Hull (1943) mengemukakan konsep pokok teorinya yang sangat dipengaruhi oleh teori evolusinya Charles Darwin. Bagi Clark Hull tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup. Oleh karena itu, dalam kebutuhan biologis dan pemuasaan kebutuhan biologis menempati posisi sentral. Menurutnya, kebutuhan dikonsepkan sebagai dorongan seperti, lapar, haus, tidur, hulangnya rasa nyeri, dan sebagainya. Setelah munculnya Skinner teori ini tidak banyak dipakai dalam dunia praktis, meskipun sering digunakan dalam berbagai eksperimen dalam laboratorium.
4)         Edwin Guthrie
Edwin Guthrie mengemukakan teori kontiguiti yang memandang bahwa belajar merupakan kaitan asosiatif antara stimulus tertentu dan respons tertentu.  Guthrie berpendapat hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. Faktor hukuman nantinya tidak lagi dominan dalam teori-teori tingkah laku, terutama setelah munculnya Skinner dengan penguatan.
5)         Skinner
Skinner (1968) penganut paham neobehaviorisme yang mengalihkan dari laboratorium ke praktik kelas. Menurutnya deskripsi hubungan antara stimulus dan respons untuk menjelaskan perubahan tingkah laku(dalam hubungannya dengan lingkungan) menurut versi Watson tersebut adalah deskripsi yang tidak lengkap. Untuk memahami tingkah laku siswa secara tuntas, diperlukan pemahaman terhadap respons itu sendiri, dan berbagai konsekuensi yang diakibatkan oleh respons tersebut. Menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan membuat segala sesuatunya menjadi bertambah rumit. Program pembelajaran yang menggunakan konsep stimulus, respons, dan factor penguatan adalah contoh program yang memanfaatkan teori Skinner.
2.         Aliran Kognitif
Teori belajar kognitif merupakan suatu teori belajar yang lebih mementingkan proses belaar daripada hasil belajar itu sendiri. Bagi penganut aliran ini, belajar tidak sekadar melibatkan hubungan antara stimulus dan respons. Belajar mengakibatkan proses berfikir yang sangat kompleks, teori yang sangat era hubungannya dengan teori sibernetik. Pada awalnya para ahli menjelaskan bagaimana siswa mengolah stimulus, dan bagaimana siswa tersebut bisa sampai ke respons tertentu. Pada penjelasan ini masih terlihatnya pengaruh aliran tingkah laku di sini, lambat laun perhatian ini mulai bergeser.
Menurut teori ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Di bawah ini beberapa tokoh yang beraliran kognitif:
1)         Piaget
Menurut Jean Piaget (1975) bahwa proses belajar sebenarnya terdiri dari tiga tahapan yaitu: asimilasi, akomodasi dan equilibrasi. Proses asimilasi adalah proses penyatuan informasi ke strukur kognitif yang sudah ada dalam benak siswa. Akomodasi adalah penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. Equilibrasi adalah penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Menurutnya proses belajar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalu siswa. Guru yang mengajar tidak menghiraukan tahapan-tahapan perkembangan kognitif siswa cenderung menyulitkan para siswanya.
2)         Ausubel
Menurut Ausubel (1968) siswa akan belajar dengan baik jika apa yang disebut pengatur kemajuan (belajar)  didefinisikan dan dipresentasikan dengan baik atau informasi umum yang mencakup semua isi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa. Ausubel percaya bahwa pengatur kemajuan (belajar) dapat memberikan tiga macam manfaat, yaitu:
a.          Dapat menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi belajar yang akan dipelajari oleh siswa
b.         Dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara apa yang sedang duipelajari siswa ”saat ini” dengan apa yang “akan” dipelajari siswa sedemikian rupa
c.          Mampu membantu siswa untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah
Oleh karena itu, pengetahuan guru terhadap isi mata pelajaran harus sangat baik. Hanya dengan demikian seseorang guru akan menemukan informasi yang menurut Ausubel “sangat abstrak, umum, dan inklusif”, yangmewadahu apa yang akan diajarkan. Logika berfikir guru juga dituntut sebaik mungkin untuk memilah-milah materi pelajaran, merumuskannya dalam rumusan yang singkatdan padat, serta mengurutkan materi demi materi ke dalam struktur urutan yang logis dan mudah dipahami.
3)         Bruner
Bruner (1960) mengusulkan teorinya yang disebut free discovery learning. Menurut teori ini, proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan (termasuk konsep, teori, definisi, dan sebagainya) melalui contoh-contoh yang menggambarkan aturan yang menjadi sumbernya.
Bruner mengemukakan perlunya ada teori pembelajaran yang akan menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif di kelas. Menurutnya, teori belajar memprediksikan berapa usia meksimum seorang anak untuk belajar penjumlahan, sedangkan teori pembelajaran menguraikan bagaimana cara-cara mengajarkan penjumlahan.
3.         Aliran Humanistik
Bagi penganut aliran ini proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Dari beberapa teori sebelumnya teori humanistic inilah yang paling abstrak, yang paling mendekati dunia filsafat daripada dunia pendidikan. Teori ini menekankan pada “isi” dari proses belajar, pada kenyataannya teori inilebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal. Dengan kata lain, teori ini tertarik pad aide belajar dalam bentuknya yang paling ideal daripada belajar seperti apa adanya.
 Dalam praktik teori ini terwujud dalam pendekatan yang diusulkan Ausubel, yang disebut belajar bermakna. Berikut adalah para tokoh dalam aliran humanistic:
1)         Bloom dan Krathwohl
Mereka menunjukkan apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh siswa, yang tercakup dalam tiga kawasan yaitu: kognitif, psikomorik, dan afektif. Taksonomi Bloom ini, berhasil member inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. 
2)         Kolb
Kolb membagi tahapan belajar menjadi empat yaitu: pengalaman konkret, pengamatan aktif dan reflektif, konseptualisasi, serta eksperimentasi aktif. Misalnya siswa mengetahui hukum suatu perbuatan,tetapi siswa juga mampu menggunakan hokum tersebut untuk memecahkan suatu masalah. Siklus belajar semacam itu terjadi secara berkesinambungan dan berlangsung di luar kesadaran siswa.
3)      Honey dan Mumford
Menurut mereka ada empat tipe siswa yaitu: aktivis, reflector,teoris, dan pragmatis. Tipe aktivis adalah mereka yang suka melibatkan diri pada pengalaman baru, siswa seperti ini cenderung berfikir terbuka dan mudah diajak berdialog kadangkalanya mudah percaya. Siswa dengan tipe ini menyukai metode yang mampu mendorong seseorang menemukan hal0hal baru, seperti brainstorming atau prolem solving, akan tetapi mereka cepat merasa bosan dengan hal-hal yang memerlukan waktu lama dalam implementasi.
Tipe reflektor adalah siswa yang cenderung berhati-hati mengambil langkah, Siswa yang teoritis adalh siswa yang sangat kritis, senang menganalisis, dan tidak pendapat atas penilaian yang sifatnya subjektif, bagi mereka berfikir rasional adalah sesuatu yang sanga penting. Tipe pragmatis biasanya menaruh perhatian besar pada aspek-aspek praktis dari segala hal, teori penting bagi mereka jika sesuatu bisa dipraktikkan itulah sesuatu yang bisa dikatakan ada gunanya.
4)      Habermas
Bagi Habernas belajar sangat dipengaruhi oleh interaksi, baik dengan lingkungan maupun dengan sesame manusia. Dengan assumsi ini ia mengelompokkan tipe belajar menjadi tiga bagian, yaitu: belaar teknis, belajar praktis, dan belajar emansipatoris. Belajar teknis, siswa belajar bagaimana berinteraksi dengan alam. Belajar praktis, siswa belajar dengan berinteraksi antara ia dengan orang-orang disekelilingnya.  Dalam belajar emansipatoris, siswa berusaha mencapai pemahaman dan kesadaran yang sebaik mungkin tentang perubahan kesadaran tehadap transformasi cultural ini dianggap tahap belajar yang paling tinggi, sebab transformasi cultural inilah yang dianggapsebagai tujuan pendidikan yang paling tinggi.

4.         Aliran Sibernetik
Teori ini adalah teori yang paling baru, teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu informasi Menurut teori ini, belajar adalah pengolahan informasi. Sekilas teori ini mempunyai kesamaan dengan teori kognitif yang mementingkan proses. Dalam teori yang lebih penting adalah system informasi yang diproses. Informasi inilah yang akan menentukan proses.
1)         Landa
Menurut Landa ada dua proses berfikir. Pertama disebut algoritmik, yqitu proses linier, konvergen,lurus menuju ke satu target tertentu. Kedua adalah heuristik , cara berfikir divergen, menuju ke beberapa target sekaligus. Memberikeluesan keada siswa untuk berimajinasi dan berfikir.
2)         Pask dan Scott
Pendekatan yang berorientasi pada pengelolaan informasi menekankan beberapa hal seperti ingatanjangka pendek, ingatan jangka panjang,dan sebagainya yang berhubungan denganapa yang terjadi pada otak kita dalam proses pengolahan informasi. Kita lihat aliran neurobiologis sangat terasa di sisni. Namun, menurut teori sibernetik ini agar proses belaar berjalan seoptimal mungkin, bukan hanya cara kerja otak kita yang perlu dipahami, tetapi juga lingkungan yang memengaruhi mekanisme itu pun perlu diketahui. [1]


[1] Hamzah B. Uno, Orienasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), Hlm. 18