Rabu, 25 Mei 2011

METODE TANYA JAWAB


  1. Pengertian Metode Tanya jawab
Untuk mengetahui pengertian metode Tanya jawab, terlebih dahulu kita pahami pengertian Metode dan pengertian metode Tanya jawab. Dalam bahasa arab metode dikenal dengan istilah thariqah yang berarti langkah-langkah sterategi dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pendidikan, maka strategi tersebut haruslah diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka pengembangan sikap mental dan kepribadian agar peserta didik menerima materi ajar dengan mudah, efektif dan dapat dicerna dengan baik.
Metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan demikian, metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses pembelajaran.
Dalam pandangan filosofis pendidikan, metode merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat itu mempunyai fungsi ganda, yaitu bersifat  polipragmatis dan monopragmatis.
Para ahli mendefenisikan metode sebagai berikut :
  1. Hasan Langgulung mendefenisikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan.
  2. Abd. Al-rahman Ghunaimah mendefinisikan bahwa metode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan pengajaran.
  3. Al-Abrasyi mendefenisikan pula bahwa metode adalah jalan yang kita ikuti untuk memberikan pengertian kepada peserta didik tentang segala macam metode dalam berbagai pelajaran. 
Berdasarkan beberapa defenisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode adalah seperangkat cara, jalan dan teknik yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu yang dirumuskan dalam silabi mata pelajaran.
Sedangkan Metode Tanya jawab ialah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada peserta didik tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang telah mereka baca sambil memperhatikan proses berfikir diantara peseta didik.[1] 
Metode Tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan, yang dikemukakan oleh guru yang harus dijawab oleh siswa.[2]

  1. Kewajaran dan Ketidak Wajaran Metode Tanya Jawab
Kewajaran Metode Tanya-jawab.
Metode Tanya-jawab akan wajar digunakan untuk :
  1. Menyimpulkan pelajaran yang telah lalu. Setelah guru menguraikan suatu persoalan, kemudian guru mengajukan beberapa pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu dijawab oleh peserta didik sedangkan hasil jawaban peserta didik yang betul/benar disusun dengan baik sehingga merupakan ikhtisar pelajaran yang akan menjadi milik peserta didik.
  2. Melanjutkan pelajaran yang sudah lalu. Dengan mengulang pelajaran yang sudah diberikan dalam bentuk pertanyaan, guru akan dapat menarik perhatian peserta didik kepada pelajaran baru.
  3. Menarik perhatian peserta didik untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman.
  4. Memimpin pengamatan atau pemikiran peserta didik. Ketika peserta didik menghadapi suatu persoalan maka pemikiran peserta didik dapat dibimbing dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau seseorang pesarta didik yang tidak memperhatikan pembicaraan guru yang dapat mengusahakan supaya perhatiannya dengan memberikan beberapa pertanyaan.
  5. Menyelingi pembicaraan untuk merangsang perhatian peserta didik dalam belajar sehingga dengan jalan demikian ada kerjasama antara peserta didik dengan guru dan dapat menimbulkan semangat peserta didik.
  6.  Meneliti kemampuan peserta didik dalam memahami suatu bacaan yang dibacanya atau ceramah yang sudah didengarnya.

Ketidak wajaran metode Tanya jawab
Pelaksanaan metode Tanya jawab juga tidak wajar untuk hal-hal sebagai berikut :
  1. Menilai taraf kemampuan peserta didik mengenai pelajaran mereka. Metode Tanya jawab hanya dapat memberikan gambaran secara kasar dan hanya saja bisa untuk mengingatkan kembali apa yang dipelajarinya atau menghubungkannya dengan pelajaran itu.
  2. Persoalannya sangat komplek sedangkan jawabannya dibatasi oleh guru. Apabila pertanyaan yang diajakan oleh guru banyak menimbulkan jawaban, maka janganlah jawabannya dibatasi. Tetapi berilah kesempatan untuk menjawab seluas-luasnya atau kalau perlu laksanakan dengan metode diskusi.
  3. Pertanyaan yang diajukan jangan hendaknya terbatas pada jawaban”Ya” atau “tidak” semata, tetapi hendaknya jawabannya dapat mendorong pemikiran peserta didik untuk memikirkan jawaban yang tepat.
  4. Memberikan giliran hanya kepada peserta didik tertentu saja. Hendaknya pertanyaan harus diajukan kepada seluruh peserta didik, jangan hanya kepada peserta didik yang tertentu saja. Begitu juga dalam menjawabnya harus seluruh kepada seluruh peserta didik diberikan kesempatan, jangan hanya yang pandai-pandai saja, bahkan peserta didik yang pendiam atau pemalulah yang lebih didorong untuk menjawabnya supaya ia dapat membiasakan dirinya.      

  1. Kelebihan dan Kekurangan Metode Tanya-Jawab
  1. Kelebihan metode Tanya jawab
Beberapa keuntungan metode Tanya jawab adalah sebagai berikut :
  1. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menerima penjelasan lebih lanjut.
  2. Guru dapat dengan segera mengetahui kemajuan peserta didiknya dari bahan yang telah diberikan.
  3. Pertanyaan-pertanyaan yang sulit dan agak baik dari peserta didik dapat mendorong guru untuk memahami lebih mendalam dan mencari sumber-sumber lebih lanjut.
  1. Kekurangan metode Tanya jawab
Beberapa kekurangan metode Tanya jawab
  1. Pemakaian waktu lebih banyak jika dibandingkan dengan metode ceramah. Jalan pelajaran lebih lambat dari metode ceramah, sehingga kadang-kadang menyebabakan bahan pelajaran tak dapat dilaksanakan menurut yang ditetapkan.
  2. Mungkin terjadi perbedaan pendapat antara guru dan peserta didik.hal ini terjadi karena pengalaman peserta didik berbeda dengan guru. Kalau hal itu terjadi guru dan peserta didik harus dapat membuktikan kebenaran jawaban jawabannya.
  3. Sering terjadi penyelewengan dari masalah pokok. Karena pertanyaan sellau sulit dan kurang oleh peserta didik maka kadang-kadang jawaban peserta didik menyimpang dari persoalan. Kalau terjadi hal seperti itu guru harus menjaganya supaya janga timbul persoalan yang baru dengan jalan mengusahakan baik supaya perhatiannay tertuju kepada masalah semula. Kalau perlu boleh berobah susunan pertanyaanya atau perincia pokok persoalan dalam beberapa perinci.
  4. Apabila peserta didik terlalu banyak tidak cukup waktu memberi giliran kepada peserta didik.



[1] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, ( Jakarta : Kalam Mulia, 2005), hal : 275
[2]Abuddin Nata, Perspektif Islam Tentang Startegi Pembelajaran, (Jakarta : Kencana, 2009)182

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar